Peringatan buat diri-diri yang gelisah...
Di dalam hati manusia ada kekusutan dan
tidak
akan terurai kecuali menerima kehendak
Allah swt.
Di dalam hati manusia ada keganasan dan
tidak
akan hilang kecuali berjinak dengan
Allah swt
Di dalam hati manusia ada kesedihan dan
tidak
akan hilang kecuali seronok mengenali
Allah swt
Di dalam hati manusia ada kegelisahan
dan tidak
akan tenang damai kecuali berlindung,
bertemu
dan berjumpa denganNya
Di dalam hati manusia ada penyesalan
dan tidak
akan padam kecuali redha dengan suruhan
dan
laranganNya serta qadha dan qadarNya
serta
kesenantiasaan sabar sehingga menemuiNya
Di dalam hati manusia ada hajat dan
tidak akan
terbendung kecuali kecintaan kepadaNya
dan
bermohon kepadaNya.
Kesentiasaan berzikir kepadaNya adalah
keikhlasan sebenar kepadaNya. . . . . .
Andai
dunia dan isinya diberikan kepada
manusia
masih tidak lagi dapat membendung hajat
hati
si hamba itu..
"Sesungguhnya hati-hati kita diikat kuat dengan Dzat Rahman Dan Rahimnya Allah dalam memberi ketenangan kecukupan dan keluasan hati untuk menerima takdir qada' dan qadarNya..."
p/s: Ya Allah, jauhkanlah aku dari perasaan keluh kesah...
Posted at 03:58 pm by samurice
Permalink
Menurut Ibnu Qayyim Al Jauziyyah dalam kitabnya Panduan Perubatan
Nabi ada menjelaskan bab tidur ini.
Tidur dan bangun yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW adalah tidur yang
terbaik, bermanfaat bagi tubuh serta menambah kekuatan badan.
Baginda masuk tidur awal malam (setelah isya') dan bangun pada awal
seperdua malam yang terakhir. Setelah bangun baginda langsung bangkit
untuk bersugi (gosok gigi) berwuduk dan solat malam (tahajjud).
Tidur yang baik dan membawa manfaat bagi tubuh adalah: Berbaring
menghadap ke kanan agar makanan berada dalam posisi yang baik dalam
perut, tidak berhimpit dengan hati. Tidur miring ke kiri akan
meudaratkan hati sebab seluruh anggota bahagian badan akan condong ke
kiri menghimpit hati.
Tidur yang baik dan benar akan memberi kekuatan baru bagi tubuh,
istirehatnya otak bekerja dan menghilangkan kelelahan.
Tidur yang buruk, tidak mendatangkan manfaat adalah:
Tidur terlentang atau terlungkup. berbaring terlentang untuk
istirehat bukan untuk tidur tidak memudaratkan bagi tubuh. Mengenai
tidur terlungkup, Abu Umamah RA meriwayatkan:
Nabi Muhammad SAW menghampiri seorang lelaki yang sedang tidur
terlungkup di dalam masjid. Maka Nabi mengusiknya dengan kakinya dan
berkata:
"Bangkitlah engkau - atau duduklah -. Sesungguhnya tidurmu itu adalah
tidur (dalam) neraka jahannam." (HR Ibnu Majah)
Tidur siang hari dapat menimbulkan penyakit biri-biri, merosak mata,
penyakit limpa, melemahkan urat, menurunkan dan melemahkan syahwat:
kecuali tidur siang pada musim kemarau ketika dalam perjalanan. Lebih
buruk lagi tidur di awal siang dan di hujung waktu Asar menjelang
matahari terbenam.
Ibnu Abbas mengherdik anaknya yang tidur di pagi hari (awal siang)
dengan katanya: "Hei bangun! Pantaskah engkau tidur pada waktu rezeki
sedang dibahagi-bahagi? "
Tidur siang ada tiga jenis iaitu:
1. Khulq iaitu tidur biasa, yakni tidur kerana dalam musafir dan
inilah tidurnya Rasulullah SAW
2. Khurq iaitu tidur pada waktu dhuha, melupakan pekerjaan dunia dan
akhirat
3. Humuq iaitu tidur orang bodoh yakni pada waktu Asar.
Sebahagian ulama salaf (ulama sebelum abad ke 2 Hijrah)
mengatakan: "Barangsiapa tidur sesudah waktu Asar maka kecerdasannya
akan berkurang. Tidaklah celaka orang itu kecuali atas akibat
perbuatannya sendiri (tidur siang sesudah Asar itu)."
Dari Barraa' bin 'Azib, bahawasanya Rasulullah SAW bersabda: "Apabila
engkau mendatangi tempat tidurmu maka hendaklah engkau berwudhu'
sebagaimana wudhuk' hendak mendirikan solat, kemudian berbaringlah di
atas badanmu yang sebelah kanan. Kemudian berdoalah: "Ya Allah,
Sesungguhnya aku menyerahkan dirimu kepada Mu, aku hadapkan wajahku
kepada Mu, ku serahkan segala urusanku kepada Mu, aku perlindungkan
tulang belakangku kepada Mu, dalam keadaan gembira, mahupun takut,
tiada tempat berlindung dan tiada tempat memohon kelepasan kecuali
kepada Mu. Aku beriman kepada kitab yang telah Engkau turunkan dan
aku beriman kepada nabi Mu yang telah Engkau utus."
Hendaklah engkau jadikan kalimat kalimat tersebut menjadi perkataanmu
yang terakhir (sebelum tertidur nyenyak). Jika engkau mati pada
malam itu, maka matimu dalam keadaan fitrah (suci). (HR Bukhari dan
Muslim)
mengantuknya... -_-zzzZZzzZZ
Posted at 10:11 am by samurice
Permalink
We once had a Teacher
The Teacher of teachers,
He changed the world for the better
And made us better creatures,
Oh Allah we've shamed ourselves
We've strayed from Al-Mu'allim,
Surely we've wronged ourselves
What will we say in front him?
Oh Mu'allim...
Chorus
He was Muhammad salla Allahu 'alayhi wa sallam,
Muhammad, mercy upon Mankind,
He was Muhammad salla Allahu 'alayhi wa sallam,
Muhammad, mercy upon Mankind,
Teacher of all Mankind.
Abal Qasim
Ya Habibi ya Muhammad
Ya Shafi'i ya Muhammad
Khayru khalqillahi Muhammad
Ya Mustafa ya Imamal Mursalina
Ya Mustafa ya Shafi'al 'Alamina
He prayed while others slept
While others ate he'd fast,
While they would laugh he wept
Until he breathed his last,
His only wish was for us to be
Among the ones who prosper,
Ya Mu'allim peace be upon you,
Truly you are our Teacher,
Oh Mu'allim..
Chorus
Ya Habibi ya Muhammad
Ya Shafi'i ya Muhammad
Ya Rasuli ya Muhammad
Ya Bashiri ya Muhammad
Ya Nadhiri ya Muhammad
'Ishqu Qalbi ya Muhammad
Nuru 'Ayni ya Muhammad
He taught us to be just and kind
And to feed the poor and hungry,
Help the wayfarer and the orphan child
And to not be cruel and miserly,
His speech was soft and gentle,
Like a mother stroking her child,
His mercy and compassion,
Were most radiant when he smiled
Chorus
Abal Qasim
Ya Habibi ya Muhammad
Ya Shafi'i ya Muhammad
Khayru khalqillahi Muhammad
Ya Mustafa Ya Imamal Mursalina
Ya Mustafa ya Shafi'al 'Alamin
Lyrics and Composition: Sami Yusuf
Producer: Sami Yusuf
Posted at 09:12 am by samurice
Permalink