Sunday, May 06, 2007
IMAM BUKHARI - KETELITIAN YANG LUAR BIASA.

Mengembara beribu batu untuk menuntut ilmu, mempelajari dan mengumpul hadis-hadis Rasulullah SAW bukanlah satu kerja yang mudah. Tapi itulah minat dan kecintaan lelaki luar biasa ini. Kesungguhannya amat ketara walaupun umurnya masih muda remaja. Pernah Imam Bukhari bermusafir 8,000 kilometer untuk mendapatkan sepotong hadis sahaja.

Bagaimanapun, beliau sangat teliti dalam menyaring Hadis-hadis yang diterimanya sebelum mengklasifikasikann ya sebagai Hadis sahih.

Satu ketika beliau pergi ke rumah seorang perawi Hadis. Beliau melihat orang berkenaan sedang menabur sesuatu kepada binatang ternakannya.
Rupa-rupanya dia menabur pasir untuk mengumpan haiwan itu supaya mendekatinya.

Melihat perbuatan orang tersebut, terdetik di hati Imam Bukhari, "Kalau orang ini boleh berlaku tidak jujur dengan haiwan, dia juga boleh berlaku tidak jujur dengan ilmu."
Lalu beliau sekadar berjumpa orang itu-tetapi tidak mengambil Hadis daripadanya.

Bagaimanapun, sekiranya beliau tidak menerima Hadis-hadis yang diragui perawiannya, Imam Bukhari tidak akan menyebut nyebut keaiban perawi-perawinya, apalagi mengumpat atau mencela mereka. Beliau hanya mengatakan, "Hadis ini tidak mencukupi syarat-syarat yang diperlukan untuk diakui sebagai Hadis yang sahib" atau "Hadis ini tidak dipakai orang."

Sewaktu kecilnya, Imam Bukhari telah hilang penglihatannya. Ibunya tidak putus-putus berdoa kepada Allah agar penglihatan anaknya pulih. Hinggalah pada satu malam si ibu yang berhati mulia itu telah bermimpi bertemu Nabi Ibrahim a.s.

Dalam mimpinya itu Nabi Ibrahim a.s. berkata, "Wahai ibu! Allah telah mengembalikan penglihatan anakmu disebabkan doamu yang tulus dan sepenuh hati."

Keesokan harinya, ketika si ibu bangun dari tidur, beliau amat terkejut dan gembira melihat anaknya Muhammad (nama sebenar Imam Bukhari) pulih penglihatannya.

"Muhammad... kau telah dapat melihat semula?"
tanya ibunya.

"Ya, bu, berkat doa ibu," jawab Imam Bukhari dengan wajah ceria. Berkat doa ibunya juga, Imam Bukhari terbuka hatinya untuk mendalami ilmu terutama ilmu tentang Hadis. Sebagai tanda kesyukuran, si ibu merelakan anaknya berpisah daripadanya dan merantau menuntut ilmu.

Imam Bukhari telah menghabiskan sebahagian umurnya mengembara ke pelbagai tempat untuk belajar dan mengumpul Hadis untuk dimuatkan di dalam kitabnya "Sahih Bukhari" .

Pada satu malam Imam Bukhari bangun menyalakan lampu lalu pergi menyucikan diri. Kedinginan malam langsung tidak menggoyahkan azam dan niatnya untuk bermunajat pada Tuhan, seolah dia sudah lali dengannya.

Setelah menunaikan beberapa rakaat sembahyang, dia mengambil masa menulis dan menyalin kembali Hadis-hadis yang baru diterimanya. Menjelang Subuh, beliau menyambung sembahyangnya sebanyak 13 rakaat lagi.

Pada masa yang lain pula beliau akan berwudhuk dan melakukan sembahyang dua rakaat setiap kali hendak menulis (menaqalkan) sesebuah Hadis di dalam kitabnya "Sahih Bukhari". Bagi beliau, Hadis adalah wahyu Allah jua, maka kepada-Nya beliau mohon pertolongan untuk menyempurnakan kerja mengumpul dan menyaring Hadis-hadis yang dipusakakan oleh Rasul tercinta.

Beliau juga dikenali sebagai ahli khusyuk. Pernah Imam Bukhari meminta tolong kawan-kawannya membuang sesuatu di belakang badannya yang membuatkan dia rasa tidak selesa setelah bersembahyang tadi.

"Masya-Allah, kau disengat lebah," seru kawan-kawannya dengan nada hairan. Di belakang badan Imam Bukhari terdapat kesan-kesan lebam bekas sengatan lebah. Kebiasaannya, orang yang kena sengat sampai begitu tentu akan menjerit dan mungkin jatuh pengsan. Pelik, serangan lebah-lebah itu tidak sedikit pun mengganggu sembahyangnya.

Namun tidak ada yang aneh bagi manusia besar seperti Imam Bukhari ini. Sejak ia mula mengangkat takbir yang pertama untuk sembahyang hinggalah selesai memberi salam tiada ruang di hatinya untuk yang lain mencelah selain dan bermunajat dengan Penciptanya Yang Maha Pengasih.


Posted at 06:20 pm by samurice
Make a comment  




Thursday, April 26, 2007
WHY ALLAH USES PROBLEMS

5 Reasons Why Allah Uses Problems
T
he problems you face will either defeat you or develop

You - depending on how you respond to them.
 Unfortunately, most people fail to see how Allah wants to
  Use problems for good in their lives. They react foolishly and resent their
Problems rather than pausing to consider what benefit they might bring.  
 Here are five ways Allah wants to use the problems in your life:
1.Allah Uses Problems To
DIRECT U
S
ometimes Allah must light a fire under you to get you moving.
 Problems often point us in a new direction and motivate us to change.
Is Allah trying to get your attention? "Sometimes it takes
A painful situation to make us change our ways."  
2. Allah Uses Problems To
INSPECT U
P
eople are like tea bags...if you want to know what's inside them,
Just drop them into hot ever water! Has Allah tested
Your faith with a problem What do problems reveal about you?
"When you have many kinds of troubles, you should be full
  Of joy, because you know that these   troubles test your faith,
And this will give you patience."
3. Allah Uses Problems To
CORRECT U
S
ome lessons we learn only through pain and failure.
It's likely that as a child your parents told you not to touch a hot stove.
 But you probably learned by being burned. Sometimes we only learn
The value of something... Health, money, a relationship. ..
By losing it. "It was the best thing that could have happened to me,
For it taught me to pay attention to your laws."  
4. Allah Uses Problems To
PROTECT U
A
problem can be a blessing in disguise if it prevents you from
Being
harmed by something more serious. Last year a friend
Was
fired for refusing to do something unethical that his boss
Had
asked him to do. His unemployment was a problem - but
It
saved him from being convicted and sent to prison a year
Later
when management's actions were eventually discovered.
"You intended to harm me, but Allah intended it for good...

5. Allah Uses Problems To
PERFECT U
P
roblems, when responded to correctly, are character builders.
Allah is far more interested in your character than your comfort.
Your relationship to Allah and your character are the only two

Things
you're going to take with you into eternity.
 "We can rejoice when we run into problems...
They
help us learn to be patient. And patience develops strength of
Character
in us and helps us trust Allah more each time
We use it until finally our hope and faith are strong and steady."
Here's the point Ad:

Allah
is at work in your life - even when you do not recognize it or understand it.
But it's much easier and profitable when you cooperate with Him.

"Success can be measured not only in achievements, but in lessons learned,

Lives
touched and moments shared along the way"

Posted at 10:52 am by samurice
Make a comment  




Saturday, April 21, 2007
Perkara-perkara yang merosakkan ukhwah...

1. Tamak Dan Rakus Terhadap Dunia, Terhadap Apa-Apa Yang Dimiliki Orang Lain.

Rasulullah SAW. Bersabda;
" Zuhudlah terhadap dunia, Allah akan mencintai kamu. Zuhudlah terhadap apa yang dimiliki oleh manusia, mereka akan mencintai kamu. " HR Ibnu Majah

Jika kamu tertimpa musibah, mintalah musyawarah kepada saudaramu dan jangan meminta apa yang engkau perlukan. Sebab jika saudara atau temanmu itu memahami keadaanmu, ia akan terketuk hatinya untuk menolongmu, tanpa harus meminta atau menitiskan airmata.


2. Maksiat Dan Meremehkan Ketaatan.

Jika di dalam pergaulan tidak ada nuansa zikir dan ibadah, saling menasihati, mengingatkan dan memberi pelajaran, bererti pergaulan atau ikatan persahabatan itu telah gersang disebabkan oleh kerasnya hati dan perkara ini boleh mengakibatkan terbukanya pintu-pintu kejahatan sehingga masing-masing akan saling menyibukkan diri dengan urusan yang lain.

 Padahal Rasulullah SAW bersabda;
" Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak menzaliminya dan tidak menghinakannya. Demi Zat yang jiwa Muhammad ada di tanganNya, Tidaklah dua orang yang saling mengasihi, kemudian dipisahkan antara keduanya kecuali hanya kerana satu dosa yang dilakukan oleh salah seorang dari keduanya. "
HR Ahmad

Ibnu Qayim, dalam kitab "Al-Jawabul Kafi" mengatakan, " Di antara akibat dari perbuatan maksiat adalah rasa gelisah

 ( takut dan sedih ) yang dirasakan oleh orang yang bermaksiat itu untuk bertemu dengan saudara-saudaranya. "

Orang-orang ahli maksiat dan kemungkaran, pergaulan dan persahabatan mereka tidak dibangun atas dasar ketakwaan melainkan atas dasar kebendaan sehingga akan dengan mudah berubah menjadi permusuhan. Bahkan perkara itu nanti akan menjadi beban di hari kiamat.

Allah SWT berfirman;
" Pada hari itu sahabat-sahabat karib: Setengahnya akan menjadi musuh kepada
setengahnya yang lain, kecuali orang-orang yang persahabatannya berdasarkan takwa ( iman dan amal soleh ). "
Q.S Az-Zukhruf : 67

Sedangkan persahabatan kerana Allah, akan terus berlanjutan sampai di syurga;

" Dan Kami cabut akan apa yang ada di hati mereka dari perasaan hasad dengki sehingga menjadilah mereka bersaudara ( dalam suasana kasih mesra ), serta mereka duduk berhadap-hadapan di atas pelamin masing-masing. "
Q.S Al-Hijr : 47

3. Tidak Menggunakan Adab Yang Baik (Syar'i) Ketika Berbicara.

Ketika berbicara dengan saudara atau kawan, hendaknya seseorang memilih perkataan yang paling baik.

 Allah berfirman;
" Dan katakanlah ( wahai Muhammad ) kepada hamba-hambaKu ( yang beriman ), supaya mereka berkata dengan kata-kata yang amat baik ( kepada orang-orang yang menentang kebenaran ); sesungguhnya Syaitan itu sentiasa menghasut di antara mereka ( yang mukmin dan yang menentang ); sesungguhnya Syaitan itu adalah musuh yang amat nyata bagi manusia. "
Q.S Al-Israa? : 53

Dalam sebuah hadith Nabi SAW bersabda;
" Kalimah thayibah adalah shadaqah. " HR Bukhari

4. Tidak Memperhatikan Apabila Ada Yang Mengajak Berbicara Dan Memalingkan Muka Darinya.

Seorang ulama salaf berkata
, " Ada seseorang yang menyampaikan hadith sedangkan aku sudah mengetahui perkara itu sebelum ia dilahirkan oleh ibunya. Akan tetapi, akhlak yang baik membawaku untuk tetap mendengarkannya hingga ia
selesai berbicara.
"

5. Banyak Bercanda Dan Bersenda Gurau.

Berapa ramai orang yang putus hubungan satu sama lainnya hanya disebabkan oleh canda dan senda gurau.

6. Banyak Berdebat Dan Berbantah-Bantahan.


Terkadang hubungan persaudaraan terputus kerana terjadinya perdebatan yang sengit yang boleh jadi itu adalah tipuan syaitan. Dengan alasan mempertahankan aqidah dan prinsipnya padahal sesungguhnya adalah mempertahankan dirinya dan kesombongannya.

Rasulullah SAW bersabda;
" Orang yang paling dibenci di sisi Allah adalah yang keras dan besar permusuhannya. "HR Bukhari dan Muslim

Orang yang banyak permusuhannya adalah yang suka mengutarakan perdebatan, perbalahan dan pendapat.

Tetapi debat dengan cara yang baik untuk menerangkan kebenaran kepada orang yang kurang faham, dan kepada ahli bid`ah, perkara itu tidak bermasalah. Tetapi, jika sudah melampaui batas, maka perkara itu tidak diperbolehkan. Bahkan jika perdebatan itu dilakukan untuk menunjukkan kehebatan diri, perkara itu malah menjadi bukti akan lemahnya iman dan sedikitnya pengetahuan.

Jadi, boleh juga dengan perdebatan ini, tali ukhuwah akan terurai dan hilang. Sebab masing-masing merasa lebih lebih kuat hujjahnya dibanding yang lain.

7.
Berbisik-Bisik ( Pembicaraan Rahsia )

Berbisik-bisik adalah merupakan perkara yang remeh tetapi mempunyai pengaruh yang dalam bagi orang yang berfikiran ingin membina ikatan persaudaraan.


Allah SWT berfirman;
" Sesungguhnya perbuatan berbisik ( dengan kejahatan ) itu adalah dari ( hasutan ) Syaitan, untuk menjadikan orang-orang yang beriman berdukacita; sedang bisikan itu tidak akan dapat membahayakan mereka sedikitpun melainkan
dengan izin Allah; dan kepada Allah jualah hendaknya orang-orang yang beriman
berserah diri. "Q.S Al-Mujaadalah : 10

Rasulullah bersabda;
" Jika kalian bertiga, maka janganlah dua orang di antaranya berbisik-bisik tanpa mengajak orang yang ketiga kerana itu akan dapat menyebabkannya bersedih. "
HR Bukhari dan Muslim

Para ulama berkata
, " Syaitan akan membisikkan kepadanya dan berkata, ' Mereka itu membicarakanmu'." Maka dari itu para ulama mensyaratkan agar meminta izin terlebih dahulu jika ingin berbisik-bisik ( berbicara rahsia ).


p/s: Ya Allah, dekatkan lah aku dengan orang-orang yang mendekatiMu....ameen

Posted at 08:41 am by samurice
Make a comment  




Next Page
Assalamualaikum wbt!~ watashiwa shahir desu..aka samurice desu.. hai..douzo yoroshiku..




<< October 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31



:: hits since 1st June 2004 ::

Free Counters


tetamu tgh singgah blog ini :)


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:




rss feed